English Teachers Teaching Students in English Kids On Campus

Gimana caranya meningkatkan motivasi siswa saat Ramadhan

Ramadhan sudah tiba!

Untuk banyak orang, Ramadhan adalah momen yang ditunggu-tunggu dimana orang-orang berlomba-lomba untuk menjadi manusia yang lebih mulia dan mengembangkan kebiasaan yang baik.

Tapi untuk kita para guru, Ramadhan biasanya berarti murid-murid yang capek dan malas yang berharap mereka berada di tempat manapun, pokoknya jangan di kelas!

Tentu kita maklum, mereka lapar, haus, dan kemungkinan besar juga mengantuk.

Tapi ingat, pelajaran harus tetap berlangsung!

Jadi, apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan semangat belajar siswa di Ramadhan ini?

Jangan khawatir, kami memiliki beberapa tips yang bisa membantumu membuat kelasmu tetap energetik!

1. Jangan terlalu mengikuti textbook!

Coba deh, bayangkan kamu adalah muridmu.

Kamu capek, lapar, haus, bahkan mungkin kamu merasa terpaksa untuk berada di kelas. (Misalnya, Mamamu menyuruhmu masuk padahal kamu sebenarnya ingin istirahat saja).

Dan ternyata, apa yang terjadi?

Pelajaran membosankan yang penuh dengan aktivitas dari buku cetak!

Nggak heran deh kalau kamu menjadi bosan dan ngantuk!

Please, please, please, don’t ever make your class textbook-centered!

Apalagi sekarang ini, di momen Ramadhan saat semuanya sedang capek!

Coba modifikasi aktivitas-aktivitas yang ada di buku cetak. Kamu bisa menggunakan web-based games seperti Kahoot, WorldWall, dan Quizlet!

Selama target pelajaran hari itu tercapai, tidak ada salahnya ya, memodifikasi buku cetak sedikit-sedikit!

Sekali lagi kami ingatkan, remember OUR own objectives: to make our students love and feel confident in English!

Jadi, apabila ada beberapa aktivitas di buku cetak yang tidak membantu kita meraih objektif tersebut, ya, rubah saja!

2. Pelan-pelan aja, santaiii…

Kami mengerti bahwa kamu pasti kemungkinan besar memiliki silabus yang harus kamu ikuti.

Tapi, mari ingat kembali bahwa murid kita pasti merasa capek. Mereka hadir di kelas saja sudah patut dihargai lho!

Jadi, pelan-pelan.. coba sedikit lebih santai dan kasih mereka kesempatan untuk bernafas.

Tentu, kita masih harus bisa mengcover learning objectives, tapi jangan khawatir apabila ada beberapa aktivitas di silabus yang tidak sempat kita lakukan sekarang.

Aktivitas-aktivitas tersebut bisa kita lakukan nanti setelah bulan Ramadhan usai dan murid-murid kita merasa lebih energetik!

3. Tetap buat Lesson Plan yang matang!

Apabila kamu berencana untuk memodifikasi beberapa aktivitas di buku cetak atau mau memainkan games di kelas, kamu harus merencanakannya baik-baik!

Walaupun mungkin kamu hanya ingin ngobrol-ngobrol kamu tetap harus merencanakan topiknya agar topik pembicaraannya sesuai dengan materi dan objektif pembelajaran.

Bagaimana mengarahkan topik obrolannya? Pertanyaan-pertanyaan apa yang akan kamu ajukan? Apakah kamu akan bisa mengembalikan arah pembicaraan ke topik yang direncanakan apabila mulai keluar jalur?

Games pun juga sama! Pastikan semua aktivitas, sekecil apapun, harus direncanakan dengan matang supaya murid-murid bisa benar-benar mendapat manfaat dan menikmatinya.

Tentunya, jangan terlalu keras sama diri sendiri, jangan paksakan semua detail di lesson plan harus dilaksanakan. Lesson plan itu seperti jangkar. Fungsinya adalah mengamankan jalannya lesson agar tidak berantakan atau keluar jalur, jadi bukan sebuah checklist.

4. Jangan berikan terlalu banyak tugas dan PR

Santai sedikit sama yang namanya PR dan tugas-tugas ya.

Apabila kamu memang sangat harus memberikan tugas, buatlah tugas tersebut sebagai tugas kelompok agar murid-muridmu bisa berinteraksi dan sedikit bercanda dengan teman sekelasnya saat mengerjakan tugas.

Mungkin kamu juga bisa mengubah tipe tugasmu untuk Ramadhan ini. Stop dulu grammar drills yang cenderung membosankan dan berikan tugas proyek yang seru dan menyenangkan! Misalnya, kamu bisa meminta murid-muridmu untuk membuat poster atau membuat presentasi tentang selebriti favorit mereka!

5. Pertimbangan kekuatanmu juga!

Yap, jangan abaikan kondisi fisik dan mentalmu juga, atau, kalau kata anak zaman sekarang, make sure your vibe is gucci!

Maksudnya, kalau kamu kelihatan capek dan malas mengajar, pasti muridmu bakal sadar!

Apabila kamu nggak berenergi, tentu muridmu juga bakal jadi malas untuk berpartisipasi di kelas.

Jadi, walaupun mungkin rasanya sulit, cobalah untuk tetap semangat karena kamu harus memancarkan semangat itu ke murid-muridmu!

Berikan hadiah untuk diri sendiri setelah melewati hari ini!

Mungkin kamu bisa hang out dengan teman, beli makanan kesukaanmu, atau nonton series favoritmu?

Kami paham betapa melelahkan untuk mempertahankan antusiasme dan semangatmu sepanjang hari, namun apabila kamu memiliki sesuatu yang diharapkan atau dituju, semoga bisa membuat harimu terasa lebih mudah!

Akhir kata

Ramadhan, walaupun sebuah momen yang penuh kebahagiaan, bisa menjadi sebuah waktu yang sulit untuk guru dan juga murid. Kemungkinan besar baik guru maupun murid merasa lapar dan capek, namun kami harap tips di atas dapat membuat kelasmu terasa lebih menyenangkan!

Have a blessed Ramadhan and may this month brings joy and happiness for us all 😇

Siap mengembangkan dirimu  sebagai seorang edukator?

Di IELC, kami memberimu kesempatan untuk bergabung dengan komunitas guru yang hebat, mengembangkan potensi, dan membentuk masa depan Indonesia dengan mengajar Bahasa Inggris kepada generasi berikut dengan cara yang tepat.

Kamu juga akan mendapatkan akses ke pelatihan yang berkesinambungan, pengembangan diri, dan bisa bertemu dengan rekan kerja tim yang luar biasa dan punya cara pikir yang sama denganmu.

Ambil langkah pertama kalian ke dalam lingkungan kerja yang suportif dan fun, gali potensimu, dan nikmati hasilnya di IELC!

Salam,

Anthony McCormick

IELC Managing Director