Karir

Eksplorasilah dunia! Pupuklah rasa ingin tahu Anda!

Mengajar di IELC

Sebuah sekolah yang berhasil selalu berkomitment pada pembelajaran dan pengembangan, tidak hanya siswa-siswanya, namun juga seluruh staf dan guru-gurunya.

IELC memperkerjakan guru-guru native speaker dan non native speaker yang memiliki kualifikasi mengajar resmi. IELC sangat menitikberatkan pada pengembanan profesional guru dan mengaplikasikan program CPD (Continuing Professional Development/ Pengembangan Profesional yang Berkesinambungan) termasuk diantaranya mengadakan workshop, observaasi proses pembelajaran, saling observasi antar guru, program mentoring dan dukungan yang terus menerus. Mengajar di IELC adalah pengalaman berharga dan guru-guru selalu didukung untuk terus mengembangkan keahlian mengajar mereka melalui partsipasi dalam program CPD kami.

Kehidupan di Solo

Solo sering dianggap sebagai pusat kebudayaan di Jawa dan kombinasi antara tradisi budaya kuno dan kehidupan modern membuat Solo menjadi tempat yang menarik untuk tinggal dan bekerja. Pengunjung dari luar dapat sepenuhnya meresapi tradisi budaya Jawa – dengan mempelajari tari tradisional Jawa atau Bahasa Jawa; menikmati alunan music gamelan yang eksotis, mencoba spa tradisional yang menyegarkan; ataupun sekedar menikmati hidangan tradisional yang khas. Solo memiliki suasana yang menyenangkan, orang-orangnya ramah dan santun dan budaya meresap jauh dalam setiap segi kehidupan di Solo.

 

SSolo juga merupakan kota yang penuh kontradiksi, tempat menyatunya budaya tradisional dan gaya hidup modern; di beberapa tempat terdapat suasana penuh semangat, di sisi yang lain tenang dan damai. Hal yang paling menarik dari kota ini adalah suasananya yang santai yang merupakan salah satu tradisi kuno masyarakat Solo untuk selalu meluangkan waktu bersantai dan menikmati hidup.

Pusat Budaya

Pada awalnya, Raja Pakubuwana II memilih Solo sebagai lokasi istana barunya. Tepat berada di tengah-tengah dari tepi utara dan selatan pulau Jawa dan dikelilingi oleh gunung-gunungn Merapi dan Lawu di sebelah Timur dan Barat, disebut-sebut bahwa lokasi ini dipilih berdasarkan lokasi alami. Suasana spiritual ini masih terasa hingga kini. Pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari terbit di puncak gunung yang perlahan menyinari kota atau hiking di pedesaan pinggiran kota Solo yang rimbun.

 

Solo sering dianggap sebagai pusat budaya Jawa yang terkenal dengan kehalusan dan keindahan seni adat ningrat. Kedua istana yang tersisa – Istana Kasunanan dan Mangkunegaran, memiliki sejarah menarik berumur ratusan tahun. Kedua istana ini memainkan peran penting dalam perkembangan sejarah budaya Jawa. Tari, musik gamelan dan pertunjukan wayang kulit terkenal dengan gayanya yang elegan dan kekuatan mistis yang terkandung di dalamnya dan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari identitas seni Indonesia.

 

SSolo juga merupakan salah satu pusat produksi batik tradisional di Indonesia. Batik adalah proses pewarnaan yang rumit dimana pola-pola bunga, burung dan binatang-binatang lain yang juga merupakan simbol kehidupan dan spiritual, dilukis di atas kain secara mendetil dengan menggunakan lilin malam. Proses pembuatan dengan tangan sekarang banyak digantikan oleh mesin cetak di banyak kota, namun di Solo, cara tradisional masih sering dipakai.

Wisata di Seputar Solo

Hanya sekitar satu jam perjalanan dari Solo, terletak Gunung Lawu yang beraroma spiritual dengan candi-candi kuno bertebaran di lerengnya dan pemandangan alam yang indah. Penyembahan gunung adalah salah satu aspek penting dari mitologi tradisional Jawa dan para penziarah masih mendaki gunung ini pada hari-hari keramat untuk ambil bagian dalam hubungan yang kuat antara alam dan manusia serta menerima wahyu dan pencerahan batin. Pada malam hari, pengunjung dapat menikmati pemandangan Galaksi Bima Sakti yang cemerlang, jauh dari polusi cahaya perkotaan.

 

Pengunjung juga disarankan untuk bertamasya ke daerah Pantai Utara dan mengunjungi Semarang dimana masyarakatnya memiliki campuran budaya Cina yang kuat. Tempat menarik yang bisa didatangi adalah Kelenteng Sam Poo Kong yang dibangun di lokasi Admiral Cina yang legendaris, Zheng He (atau dikenal juga sebagai San Bao atau Sinbad) mendarat dan bermeditasi dalam sebuah gua pada tahun 1406 dalam salah satu perjalanan legendarisnya berkeliling dunia. Dari tempat ini, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke Dataran Tinggi Dieng yang disebut-sebut sebagai hunian para dewa di masa lampau, dan terletak dalam sebuah kawah gunung berapi kuno. Atau, pengunjung bisa mengunjungi Yogyakarta untuk berbelanja kerajinan tangan atau kerajinan perak sekaligus mampir ke candi Hindu-Buddha kuno. Jika suka berpetualang, pengunjung juga bisa mencoba mendaki Gunung Merapi yang masih aktif atau berjalan-jalan santai di pematang-pematang sawah menikmati terbitnya matahari tropis yang menyepuh semuanya dengan warna keemasan.

Belajar Kesenian Tradisional

Secara tradisional, kesenian Jawa dibentuk sebagai bagian tak terpisahkan dari ritual istana. Beberapa tarian dianggap suci dan hanya boleh ditarikan dalam lingkup keraton. Tari Bedoyo dan Srimpi melambangkan hubungan antara pendiri kerajaan Mataram (Panembahan Senopati) dengan Dewi laut Selatan dan digambarkan sebagai ritual magis yang mengesahkan hak seorang raja untuk bertahta. Walaupun demikian, banyak tarian dan musik yang sekarang dapat ditampilkan dan dipelajari oleh khalayak umum, dan banyak pelajar dari berbagai negara mengunjungi Solo untuk belajar seni tari, wayang kulit dan musik gamelan di Institut STSI. Ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan, belajar langsung dari beberapa pakar seni paling terkemuka di Indonesia yang mengajar di institut tersebut.

Biaya Hidup

Biaya hidup di Solo jauh lebih murah dibanding kota-kota besar lain di Indonesia. Orang Solo tergila-gila makan di warung pinggir jalan yang murah meriah dan ketika malam tiba, banyak orang mengerumuni warung-warung jajanan terkenal. Berbagai macam moda transportasi di Solo seperti becak, angkot, taxi dan kereta. Pengunjung juga bisa menyewa atau membeli sepeda motor yang akan dengan mudah dijual lagi kelak.

Makanan

Mencoba berbagai jenis masakan adalah kegiatan yang disukai masyarakat kota Solo, Begitu banyak jenis makanan yang tersedia seperti tahu kupat, yang terdiri dari tahu goreng, ketupat, bakmi dan kacang panggang. Dihidangkan dengan kopi Sumatra dan cemilan nangka segar, dapat menjadi pilihan makan pagi. Nasi Liwet, yang terdiri dari nasi gurih dihidangkan dengan sayur pepaya muda, suwiran ayam adalah pilihan lain yang populer. Tempat makan favorit biasanya adalah warung lesehan pinggir jalan, sambil menikmati suasana Solo. Berbagai jenis camilan juga tersedia seperti srabi (kue dadar khas Solo yang dibuat dari adonan tepung beras dan santan) atau kue putu (tepung beras yang dikukus bersama parutan dan gula kelapa dalam wadah bambu. Jus buah-buahan tropis seperti mangga, pepaya dan pisang atau jamu herbal yang disebut-sebut bisa meningkatkan stamina dan kesehatan kekuatan.

Indonesia

“Di manakah negara yang lebih mengundang untuk tempat beristirahat beristirahat suci daripada kepulauan yang hijau abadi yang muncul di tengah laut tenang Kepulauan Melayu, dimana semua pemujaan akan ketentraman dan kesunyian diberkahi oleh semua yang agung dan indah di alam?” – Sir Thomas Raffles.

 

Kepulauan Indonesia merupakan rangkaian permata jamrud – 3.000 pulau tropis membentang hampir sepanjang 3.500 mil di antara benua Asia dan Australia. Kepulauan itu membentang dari Aceh di ujung Utara Pulau Sumatra di sebelah barat sampai ke barat di Irian Jaya. Menggambarkan keanekaragaman geografis Indonesia, masyarakat Indonesia membentuk mosaik beraneka kelompok etnis, bahasa, budaya, agama, dan tradisi. Negara ini meliputi Pulau Jawa yang berpenduduk padat dan bertanah subur dengan sawah padi berteras dan menjadi rumah dari bangunan-bangunan agung dari masa lalu, sampai daerah hutan tropis berpenduduk jarang di Kalimantan dan Irian Jaya dimana beberapa suku masih menjalani kehidupan pre-historis, jauh dari jangkauan tehnologi. Seluruh kepulauan beriklim muson tropis dan dengan musim hujan dan kering berganti-ganti sepanjang tahun. Cuaca inilah yang membentuk detak kehidupan di Indonesia. Kebudayaan Indonesia yang kaya adalah hasil dari lokasinya yang unik yang merupakan jalur pertemuan dari rute-ruter perdaganan di masa lalu antara peradaban Cina dan India dan perannya di masa kini sebagai bangsa paling besar di Asia Tenggara sekaligus negara terpadat di kelima di dunia.