students learning english

Pentingnya plan dan brainstorm untuk meraih nilai tinggi di IELTS Writing Task 2!

Apa kabar kalian para pejuang IELTS?

Masih semangat kan belajar IELTS nya?

Di artikel kali ini, kita akan membahas tentang IELTS Writing Task 2. Lebih detailnya lagi, kita akan mengupas apa yang perlu kamu ketahui tentang brainstorming dan planning agar essay mu mendapat nilai tinggi!

Sebagian orang merasa excited dan tertantang kalau ditanya tentang alasan untuk opini pribadi, namun banyak juga yang merasa itu adalah hal yang sulit.

Kalau kamu tipe yang mana?

Baik kamu tipe pertama maupun tipe kedua, sebaiknya kamu tetap harus mempersiapkan diri ya! Jadi, di artikel kali ini kami akan share tips dan trik yang bisa membantumu menulis essay yang bagus sehingga kamu bisa dapat skor maksimal!

Kenapa sih, kita harus planning dulu sebelum menulis essay?

Coba deh, bayangkan kamu mau membangun rumah.

ilustrasi rumah

Bisa tidak, kamu membangun rumah dari gambar di atas?

Atau apakah kamu membutuhkan gambar seperti yang di bawah ini?

detail denah rumah

Yak, benar! Kamu akan membutuhkan gambar seperti gambar yang kedua! Rancangan yang detail akan membantumu mendirikan rumah yang kokoh!

Kamu tentu tidak bisa membangun rumah tanpa rencana dan persiapan!

Well, mungkin bisa, tapi rumahnya bisa jadi mudah roboh dan bahkan mungkin tidak bisa dihuni! Percuma dong, bangun rumah kalau tidak bisa dihuni.

Terus, apa hubungannya dengan IELTS?

Sama seperti membangun rumah, kamu juga memerlukan plan yang detail untuk menulis essay yang kuat.

Tentu saja, kamu harus memiliki essay yang kuat apabila kamu ingin mendapatkan skor yang bagus!

Kami ulang lagi, kamu bisa saja menulis essay-mu tanpa plan, tetapi essay-mu akan susah dibaca dan penjelasanmu akan kemana-mana sehingga kemungkinan besar kamu akan mendapat skor rendah.

Jadi, plan itu apa dan bagaimana cara membuatnya?

Sebuah house plan atau blueprint memiliki informasi detail mengenai dimensi setiap ruangan dan apa saja barang serta estimasi banyaknya bahan yang kamu butuhkan untuk membangun rumah tersebut (misalnya berapa panel pintu, jendela, dan lain-lain). Plan essay-mu juga harus memiliki kerangka yang detail. Jadi, plan-mu harus bisa memberitahumu estimasi jumlah paragraf yang kamu butuhkan dan estimasi jumlah kalimat yang akan kamu tulis di setiap paragraf.

Jadi, plan mu kira-kira akan terlihat seperti ini:

Topik: Teenagers should do unpaid community service

Task: Are there more benefits of this than the drawbacks?

Introduction → approx 60-70 words

  • Jelaskan topik dari pertanyaan dengan kata-kata sendiri
  • Utarakan opinimu: misalnya, kamu setuju karena lebih banyak manfaat daripada drawbacks

Body 1 → approx 85-90 words

  • Topik utama paragraf: melakukan community service akan membangkitkan rasa empati dan toleransi
  • Development: alasan, contoh, hasil/akibat

Body 2 → approx 85-90 words

  • Topik utama paragraf: melakukan community service bisa menyiapkan remaja untuk masuk ke dunia kerja
  • Development: alasan, contoh, hasil/akibat

Conclusion → approx 40-50 words

  • Nyatakan ulang opini di Introduction dengan kata-kata berbeda
  • Akhir kata: saran, kekhawatiran, hasil, dan lain-lain

Apabila plan mu sudah benar-benar jelas dan detail, kamu tidak perlu berpikir lagi saat kamu menulis essay-mu.

Sure, the planning will take time but it will pay itself! Kamu akan memiliki lebih banyak waktu saat menulis karena kamu tidak perlu lagi berhenti untuk memikirkan argumen-argumen lain dan essay-mu juga akan mudah dibaca karena susunan idenya jelas, sehingga kemungkinan untuk mendapat skor tinggi akan lebih besar.

Sekarang, coba buat plan mu sendiri dengan topik-topik berikut:

  1. Some people believe that modern technology, such as the internet and smartphones, creates more problems than it solves.

To what extent do you agree or disagree with this opinion?

  1. Some people think that it is better to educate boys and girls in separate schools. Others, however, believe that boys and girls benefit more from attending mixed schools.

Discuss both these views and give your own opinion.

  1. At the present time, the population of some countries includes a relatively large number of young adults, compared with the number of older people.

Do the advantages of this situation outweigh the disadvantages?

Akhir kata

Selamat! Sekarang kamu sudah tahu satu teknik penting untuk IELTS Writing!

Membuat plan tidak susah bukan?

Ingat, jangan khawatir apabila kamu berpikir membuat plan akan memakan terlalu banyak waktu karena kan, plan ini akan menjadi fondasi kokoh untuk essay-mu! Dan, apabila plan-mu bagus, kamu tidak perlu berpikir lagi saat menulis!

Next steps

Apakah kamu ingin mencapai target IELTS mu?

Menyiapkan diri untuk mengikuti ujian IELTS bisa menjadi pengalaman yang traumatis. Begitu banyak yang harus dipelajari dalam waktu yang sangat mepet. Jadi, kalau kamu merasa lelah membuang waktu belajar strategi yang membingungkan…

dan…

Kamu tidak mau membuang waktu dan uang ke kursus yang tak berguna dan mengajarkan strategi yang salah…

Jangan takut…

Kursus IELTS terbaik di Indonesia

Di IELC, kami mengajar IELTS dengan cara yang benar

dan…

Kami akan mengajarimu tips dan trik untuk mencapai targetmu.

Karena itulah

Kami memiliki track record terbaik di Indonesia dalam membantu ribuan siswa-siswi kami mencapai target IELTS mereka.

dan…

Kami akan membantumu mencapai targetmu!

Guru-guru kami yang berpengalaman akan membantumu di setiap langkah sampai target IELTS mu tercapai.

Jadi, silahkan kunjungi informasi kursus IELTS kami untuk melihat bagaimana kami bisa membantumu.

Kami sudah membantu ribuan siswa-siswi kami mencapai target mereka dan kami akan dengan senang hati membantumu mencapai target juga!

PS: Kalau kamu penasaran dengan kesiapan IELTS mu, hubungi kami untuk informasi mengenai tes simulasi kami. Kamu akan mendapat personal feedback untuk module Writing dan Speaking, termasuk konsultasi dengan konsultan IELTS ahli untuk mengetahui kekurangan-kekuranganmu sehingga kamu tahu apa yang perlu diperbaiki.

Salam,

Anthony McCormick

IELC Managing Director