slide_ielts_02

10 Beasiswa ke Luar Negeri untuk Pelajar Indonesia

Kuliah di luar negeri merupakan impian banyak orang. Bagi pelajar Indonesia yang memimpikan hal ini, sering kali kendala utamanya adalah biaya yang tidak tanggung-tanggung. Jangan putus asa dulu! Banyak jalan menuju ke sukses! Negara kita memiliki banyak kesempatan untuk meraih berbagai macam beasiswa! Tinggal pilih yang cocok dengan cita-citamu.

Yuk! Simak lebih lanjut, apa saja beasiswa yang tersedia.

1. Beasiswa LPDP

Pasti sudah banyak yang tidak asing dengan beasiswa yang satu ini. Beasiswa ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan Indonesia untuk studi S2 dan S3 di dalam maupun luar negeri. Tidak hanya biaya kuliah, tapi juga kebutuhan hidup sehari-hari termasuk asuransi kesehatan semua lengkap didanai. Tak hanya itu, apabila peraih beasiswa memiliki tanggungan (anak dan istri atau suami), mereka juga berhak mendapatkan asuransi kesehatan. Untuk tujuan studinya, ada banyak pilihan universitas di berbagai negara yang bekerja sama dengan LPDP. Ada yang memberi kebebasan untuk memilih bidang studi yang mau diambil, tapi juga ada yang khusus memberi beasiswa pada bidang studi tertentu saja. Ini karena tujuan beasiswa ini untuk melengkapi kekurangan jenis keahlian tertentu di Indonesia yang merupakan bidang unggulan di universitas tersebut. Oleh karena itu, peraih beasiswa LPDP HARUS kembali ke Indonesia selepas masa studi untuk menerapkan ilmu dan keahlian yang didapat untuk memajukan tanah air tercinta. Biasanya, universitas-universitas yang kompatibel dengan LPDP mensyaratkan skor IELTS 6.0, 6.5, atau 7.0.

Informasi lebih lanjut dapat dilihat di https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/in/page/Beasiswa2021

2. Beasiswa Chevening

Beasiwa yang satu ini didanai oleh Pemerintah Britania Raya dan khusus untuk pelajar internasional yang mengambil S2 selama satu tahun. Penerima beasiswa akan mendapat biaya kuliah, biaya kehidupan sehari-hari, dan tiket pesawat pulang pergi. Pendaftar beasiswa ini harus sudah punya gelar S1, dan pengalaman kerja di bidang yang relevan minimal 2 tahun, harus kembali ke negara asalnya setelah menyelesaikan studi, dan harus sudah mendaftar ke 3 program S2 di Inggris. IELTS skor yang dibutuhkan untuk beasiswa ini bervariasi, tergantung universitas yang dituju.

Informasi lebih lanjut dapat dilihat di https://www.chevening.org/scholarships/

3. Beasiswa Fullbright

Beasiswa ini cocok untuk kamu yang ingin studi di negeri Paman Sam dan memiliki prestasi akademik yang gemilang. Beasiswa Fullbright dapat digunakan untuk studi S2 maupun S3 di semua bidang, namun ada beberapa bidang yang diprioritaskan yaitu bidang pelestarian lingkungan, eksplorasi energi dan sumber daya alternatif, dan mitigasi perubahan iklim. Sama seperti beasiswa-beasiswa di atas, penerima beasiswa Fullbright harus kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studinya. Beasiswa ini mendanai biaya kuliah, biaya hidup sehari-hari, asuransi kesehatan, dan biaya tiket pulang pergi. Perlu dicatat, beasiswa ini tidak membiayai tanggungan. Beasiswa Fullbright mengharuskan pelamar memiliki skor IELTS minimal 6.0 untuk S2 dan 6.5 untuk S3.

Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di https://www.aminef.or.id/grants-for-indonesians/fulbright-programs/scholarship/

4. Beasiswa Studeren in Nederland

Beasiswa Studeren in Nederland (StuNed) ini merupakan beasiswa kerjasama bilateral Belanda-Indonesia khusus untuk pelajar Indonesia, sehingga peluang untuk diterima lebih besar karena tidak perlu bersaing dengan pelamar dari negara lain. Beasiswa ini membiayai studi S2 maupun short course dimana penerima beasiswa akan mempelajari specific skill dan in-demand knowledge yang bisa diaplikasikan di Indonesia maupun Belanda. Saat ini StuNed sedang fokus di area kewirausahaan, hukum dan sekuritas, manajemen air, dan agro-pangan serta hortikultur. Tunjangan biaya kuliah sari StuNed mencapai 25.000 EUR/tahun untuk maksimal dua tahun, biaya kehidupan sehari-hari, serta tiket pesawat pulang pergi. StuNed umumnya memerlukan skor IELTS antara 6.0, 6.5, dan 7.0 tergantung dari kebijakan masing-masing universitas.

Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di https://www.studyinholland.nl/finances/stuned-scholarships

5. Beasiswa Australia Awards

Beasiswa Australia Awards diberikan oleh pemerintah Australia ke pelajar dari negara-negara berkembang di Asia-Pasifik serta Palestina. Beasiswa ini khusus untuk mengambil program studi S2 dan S3 di universitas-universitas dan program TAFE (Politeknik) di Australia. Beasiswa ini mendanai biaya kuliah, biaya kehidupan sehari-hari, dan asuransi kesehatan. Saat ini, beasiswa Australia Award sedang dikhususkan di bidang health security, stability, dan economic recovery. Peraih beasiswa Australia Awards harus kembali ke negara asal untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di negara masing-masing. Untuk bisa menerima beasiswa ini, pendaftar harus memiliki skor IELTS 6.5 atau lebih.

Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di https://www.dfat.gov.au/people-to-people/australia-awards/australia-awards-scholarships dan https://www.australiaawardsindonesia.org/

6. Beasiswa Knight Hennessy

Beasiswa yang satu ini didanai oleh Stanford University yang berlokasi di Amerika Serikat dan tidak ada pengecualian tentang asal negara pelamar, artinya, warga negara manapun bisa mendaftar. Beasiswa ini mendanai biaya kuliah, biaya kehidupan sehari-hari, dan tiket pesawat pulang-pergi. Beasiswa ini tersedia untuk semua bidang studi dengan durasi maksimal 3 tahun untuk S2 dan 6 tahun untuk S3. Apabila kamu berminat mendaftar untuk beasiswa tahun akademik 2022, kamu sudah lulus S1 tahun 2014atau setelahnya. Tergantung dari bidang studi yang dipilih, pelamar harus memiliki skor IELTS antara 6.5 -7.0.

Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di https://knight-hennessy.stanford.edu/

7. Beasiswa Gates Cambridge

Beasiswa ini merupakan beasiswa untuk studi di Cambridge University di Britania Raya dan didanai oleh Bill and Melinda Gates Foundation. Beasiswa ini dikhusukan untuk studi S2 (MSc atau MLitt) dan S3. Beasiswa ini merupakan salah satu beasiswa paling kompetitif dengan rasio pendaftar yang diterima hanya 0.3%. Beasiswa ini mendanai biaya kuliah, biaya kehidupan sehari-hari, asuransi kesehatan, dan tiket pesawat pulang-pergi. Penerima beasiswa juga mendapat cuti melahirkan selama 6 bulan dengan tetap mendapat biaya kehidupan sehari-hari. Apabila penerima beasiswa memiliki anak, penerima beasiswa berhak mendapat tunjangan anak. Namun, tunjaangan tidak berlaku untuk istri atau suami Setelah menamatkan studinya, penerima beasiswa harus kembali ke negara asal untuk mengaplikasikan ilmu dan keahlian yang didapat untuk memajukan negaranya. Untuk bisa mendapat beasiswa ini, pelamar harus memiliki skor IELTS 7.5 atau lebih.

Informasi lebih lanjut bisa dilihat di https://www.gatescambridge.org/

8. Beasiswa Joint Masters Erasmus Mundus

Beasiswa Joint Masters Erasmus Mundus ini khusus untuk warga negara di luar Uni Eropa untuk melakukan proyek S2 di setidak-tidaknya 2 negara Uni Eropa dengan durasi studi minimal 12 bulan dan maksimal 24 bulan. Setelah menamatkan studinya, peraih beasiswa akan mendapat joint degree (satu ijasah S2 yang diterbitkan oleh dua universitas berbeda) atau multiple degrees (dua atau lebih ijasah S2 yang diterbitkan dua universitas berbeda). Beasiswa ini mendanai biaya studi, asuransi, dan biaya wajib lainnya, biaya kehidupan sehari-hari dan biaya perjalanan karena penerima beasiswa harus melakukan studinya di setidaknya dua negara berbeda. Tidak seperti beasiswa-beasiswa lain, penerima beasiswa Joint Masters Erasmus Mundus tidak diwajibkan untuk kembali ke negara asal setelah menamatkan studinya. Pelamar beasiswa ini harus memiliki skor IELTS minimal 6.5, namun, beberapa proyek mungkin mensyaratkan skor yang lebih tinggi.

Daftar proyek dapat dilihat di sini (diperbarui setiap musim panas di Eropa) https://www.eacea.ec.europa.eu/scholarships/emjmd-catalogue_en

Informasi lebih lanjut dapat dilihat di https://ec.europa.eu/programmes/erasmus-plus/opportunities/individuals/students/erasmus-mundus-joint-masters-scholarships_en

9. Beasiswa Stipendium Hungaricum

Beasiswa ini didanai oleh pemerintah Hungaria untuk pelajar internasional di jenjang S1, S2, maupun S3. Pelamar dapat memilih dari lebih dari 600 program studi di 29 institusi perguruan tinggi di Hungaria di mana program-program kebanyakan diajarkan dalam Bahasa Inggris. Beasiswa ini mendanai biaya kuliah, biaya kehidupan sehari-hari, tunjangan tempat tinggal, dan asuransi kesehatan. Namun, perlu dicatat bahwa beasiswa ini tidak memberi tunjangan apabila penerima beasiswa memiliki tanggungan (suami, istri, atau anak). Kebanyakan universitas di Hungaria mensyaratkan skor IELTS 6.5, tapi beberapa institusi dan program mungkin akan meminta skor lebih tinggi.

Informasi lebih lanjut dapat dilihat di https://stipendiumhungaricum.hu/

10. Beasiswa Swedish Institute for Global Professional

Beasiswa yang satu ini diprakarsai oleh kementerian luar negeri Swedia dan dikhususkan untuk warga dari 42 negara, salah satunya Indonesia. Beasiswa ini bertujuan untuk mencetak pemimpin-pemimpin masa depan yang dapat berkontribusi pada target PBB untuk sustainable development 2030. Beasiswa ini cukup kompetitif dengan kemungkinan diterima antara 4-6%. Beasiswa ini ditujukan untuk jenjang studi S2 dan mendanai biaya studi antara 12-24 bulan, biaya kehidupan sehari-hari, asuransi kesehatan, dan tiket pesawat ke dan dari Swedia. Beasiswa ini tidak mendanai tanggungan (suami, istri, atau anak) dan tidak mendanai biaya pendaftaran universitas. Untuk mendaftar, kamu harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu: merupakan warga negara dari salah satu dari 42 negara yang berhak mendapat beasiswa ini, tidak pernah tinggal atau melakukan studi di institusi perguruan tinggi di Swedia, memiliki pengalaman dalam memimpin, dan memiliki pengalaman kerja di bidang yang relevan sekurang-kurangnya 3000 jam. Institusi perguruan tinggi di Swedia biasanya mensyaratkan skor IELTS minimal 6.5, namun beberapa institusi atau program mungkin mensyaratkan skor yang lebih tinggi.

Informasi lebih lanjut dapat dilihat di https://si.se/en/apply/scholarships/swedish-institute-scholarships-for-global-professionals/

Summary

Kami telah membahas informasi tentang 10 Beasiswa ke Luar Negeri untuk Pelajar Indonesia. Semoga kamu mendapat manfaat dari artikel kami.

Setelah membaca artikel di atas, apakah kamu menyadari hal sama yang selalu muncul di bagian persyaratan untuk semua beasiswa itu?

Yak! Semua membutuhkan nilai IELTS!

Alasannya jelas, bahwa untuk kuliah di universitas bertaraf internasional di luar negri, kamu pasti membutuhkan Academic English dengan level internasional juga! Dan saat ini, tes Bahasa Inggris yang paling luas dipakai untuk persyaratan belajar ke luar negri adalah IELTS.

Next Steps

Apakah kamu punya cita-cita untuk mendapat beasiswa belajar ke Luar Negri?

Apakah kamu ingin mencapai nilai target IELTS-mu?

Kalau kamu ingin sukses dalam tes IELTS dan meraih beasiswa impianmu, silahkan hubungi IELC. Kami akan membantumu mencapai cita-citamu.

Kami menawarkan kursus persiapan IELTS Online dan On Campus yang terbaik di Indonesia. Kami sudah membantu ribuan orang mencapai target nilai IELTS mereka.

Kami juga telah membantu puluhan pelajar mendapatkan beasiswa untuk belajar di luar negri dan kami akan sangat senang membantumu juga. 

Hubungi kami sekarang dan mulailah melangkah menuju kesuksesan dalam tes IELTS dan menggapai beasiswa impianmu.  

Salam,

Anthony McCormick,

IELC Managing Director